Posts

Doa & Amalan Ramadhan: Jangan Sampai Terlewat

Pendahuluan Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat dari Allah. Di bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan pintu surga dibuka selebar-lebarnya. Namun sayangnya, masih banyak orang yang melewatkan Ramadhan tanpa memaksimalkan ibadah dan doa. Padahal, Ramadhan adalah kesempatan emas yang belum tentu datang kembali. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh merugi seseorang yang masuk bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu sebelum dosa-dosanya diampuni.” (HR. Tirmidzi) Hadis ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum besar untuk mendekatkan diri kepada Allah. Keutamaan Doa di Bulan Ramadhan Doa di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan yang luar biasa. Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186) Ayat ini berada di tengah pembahasan t...

Ketika Joget sebagai Ekspresi Syukur Justru Merugikan Diri Sendiri: Perspektif Islam

Pendahuluan Di era media sosial, tidak sedikit orang yang mengekspresikan rasa syukur atas pencapaian besar—terutama dalam hal penghasilan—dengan cara yang berlebihan, seperti: berjoget di depan kamera memamerkan harta membuat konten yang menarik perhatian Sekilas terlihat sebagai bentuk kebahagiaan dan rasa syukur. Namun tanpa disadari, hal ini bisa berujung pada: merugikan diri sendiri mengundang komentar negatif bahkan menurunkan kehormatan diri Lalu, bagaimana Islam memandang hal ini? Hakikat Syukur dalam Islam Dalam Islam, syukur bukan hanya sekadar ekspresi kebahagiaan, tetapi memiliki makna yang lebih dalam. Syukur mencakup: Hati → menyadari bahwa nikmat berasal dari Allah Lisan → memuji Allah Perbuatan → menggunakan nikmat untuk kebaikan Allah berfirman: “Jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepada kalian.” (QS. Ibrahim: 7) Artinya, syukur bukan hanya soal ekspresi, tetapi bagaimana nikmat itu digunakan dengan benar. Ke...

Sikap Seorang Muslim terhadap Perang Iran vs Israel–AS Menurut Islam

Pendahuluan Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memanas pada tahun 2026. Serangan militer besar-besaran yang terjadi sejak Februari telah menimbulkan: korban jiwa yang besar kerusakan infrastruktur ketegangan global kekhawatiran akan perang yang lebih luas Konflik ini bermula dari serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah . Situasi ini menimbulkan pertanyaan penting bagi umat Islam: Bagaimana seharusnya sikap seorang Muslim menghadapi konflik seperti ini? Islam Tidak Mengajarkan Fanatisme Buta Dalam menghadapi konflik internasional, seorang Muslim tidak boleh bersikap hanya berdasarkan emosi atau fanatisme. Islam mengajarkan keadilan dan objektivitas. Allah berfirman: “Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah: 8) Artinya: tidak boleh membela tanpa...

Kesahihan dan Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Pendahuluan Setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan amal kebaikan dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal. Puasa ini dikenal sebagai puasa sunnah Syawal , yang memiliki keutamaan sangat besar di sisi Allah. Namun, sebagian orang masih bertanya: Apakah puasa 6 hari di bulan Syawal benar-benar sahih? Apa dalilnya? Apa keutamaannya? Artikel ini akan membahas secara lengkap berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Kesahihan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Puasa 6 hari di bulan Syawal adalah amalan yang sahih dan dianjurkan (sunnah) dalam Islam. Dalil utamanya berasal dari hadis Rasulullah ﷺ: “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim) Hadis ini memiliki derajat sahih , sehingga menjadi dasar kuat bagi anjuran puasa Syawal. Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa puasa ini adalah amalan sunnah yang sangat dianjur...

Hal yang Membuat Gelisah dan Menggelisahkan dalam Kehidupan Menurut Islam

Pendahuluan Setiap manusia pasti pernah merasakan gelisah. Perasaan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk: hati tidak tenang pikiran tidak fokus cemas berlebihan sulit tidur merasa kosong tanpa sebab Bahkan terkadang, kegelisahan itu tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi juga menyebar kepada orang lain melalui sikap dan ucapan. Lalu pertanyaannya: Apa sebenarnya yang membuat hati gelisah dan menggelisahkan? Islam memberikan penjelasan yang sangat dalam bahwa kegelisahan tidak hanya bersumber dari masalah dunia, tetapi juga dari kondisi hati dan hubungan manusia dengan Allah . Hakikat Ketenangan dalam Islam Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28) Ayat ini menjelaskan bahwa ketenangan hati tidak berasal dari dunia, tetapi dari kedekatan dengan Allah . Sebaliknya, kegelisahan sering muncul ketika hati jauh dari-Nya. Hal yang Membuat Hati Gelisah 1️⃣ Jauh dari Mengingat Allah Ketika seseorang jarang be...

Ibadah Sudah, Kerja Sudah, Tapi Hidup Belum Mapan? Ini Penjelasan dalam Islam

Pendahuluan Tidak sedikit orang yang merasa seperti ini: Ibadah sudah dijaga Shalat tidak ditinggalkan Doa selalu dipanjatkan Kerja juga sudah maksimal Namun kenyataannya: rezeki terasa pas-pasan hidup belum mapan keinginan belum tercapai Lalu muncul pertanyaan dalam hati: “Kenapa hidup saya belum juga berubah?” Islam memiliki penjelasan yang sangat dalam tentang hal ini. Karena keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari usaha, tetapi juga dari hikmah dan takdir Allah . Apa Itu “Mapan” dalam Islam? Banyak orang menganggap mapan itu berarti: banyak harta rumah besar kehidupan nyaman Namun dalam Islam, kemapanan tidak hanya diukur dari materi. Rasulullah ﷺ bersabda: “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah hati yang merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim) Artinya, seseorang bisa terlihat sederhana tetapi sebenarnya sangat kaya di sisi Allah . Mengapa Ibadah dan Kerja Belum Mengubah Keadaan? 1️⃣ Allah Memberi Sesuai ...

Amalan yang Paling Dicintai Allah Menurut Al-Qur’an dan Hadis

Pendahuluan Setiap Muslim tentu ingin melakukan amalan yang paling dicintai oleh Allah. Karena amalan yang dicintai Allah bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun, tidak semua amalan memiliki kedudukan yang sama. Ada amalan tertentu yang lebih dicintai oleh Allah karena keikhlasan, konsistensi, dan manfaatnya. Lalu, apa saja amalan yang paling dicintai Allah? 1️⃣ Amalan yang Dilakukan Secara Konsisten Salah satu amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Rasulullah ﷺ bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ini menunjukkan bahwa konsistensi lebih penting daripada jumlah yang banyak tetapi tidak berkelanjutan. 2️⃣ Shalat Tepat Waktu Shalat adalah ibadah utama dalam Islam dan menjadi amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Ketika Rasulullah ﷺ ditanya t...