Posts

BAHAYA HASAD (IRI DENGKI) DAN CARA MENGOBATINYA DALAM ISLAM

Pendahuluan Hasad atau iri dengki merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Hasad muncul ketika seseorang tidak senang melihat nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain dan berharap nikmat tersebut hilang. Islam sangat melarang sifat hasad karena dapat merusak iman dan menghancurkan hubungan antar sesama. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa hasad dapat menghapus pahala amal kebaikan. Pengertian Hasad dalam Islam Hasad adalah keinginan agar nikmat yang dimiliki orang lain lenyap, baik nikmat tersebut berpindah kepadanya atau tidak. Hasad berbeda dengan ghibthah (iri yang dibolehkan), yaitu keinginan memiliki kebaikan serupa tanpa berharap nikmat orang lain hilang. Dalil Al-Qur’an tentang Larangan Hasad Allah SWT berfirman: “Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5) Allah juga berfirman: “Apakah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan kepadanya?” (QS. An-Nisa: 54) Dalil Hadis tentang Bahaya Hasad Rasulullah ...

KEUTAMAAN RENDAH HATI (TAWADHU) DALAM ISLAM

Pendahuluan Rendah hati atau tawadhu adalah salah satu akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tawadhu mencerminkan kesadaran bahwa segala kelebihan dan nikmat yang dimiliki manusia semata-mata berasal dari Allah SWT. Dengan bersikap tawadhu, seseorang akan terhindar dari sifat sombong dan merasa paling benar. Islam memuliakan orang-orang yang rendah hati dan membenci kesombongan. Pengertian Tawadhu dalam Islam Tawadhu berarti merendahkan diri tanpa merendahkan kehormatan, tidak merasa lebih baik dari orang lain, dan bersikap lembut kepada sesama. Tawadhu bukan berarti lemah, tetapi menunjukkan kekuatan iman dan kedewasaan akhlak. Orang yang tawadhu akan selalu menghargai orang lain. Dalil Al-Qur’an tentang Tawadhu Allah SWT berfirman: “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.” (QS. Al-Furqan: 63) Allah juga berfirman: “Janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong.” (QS. Luqman: 1...

KEUTAMAAN MEMAAFKAN DALAM ISLAM DAN KEINDAHAN AKHLAK MULIA

Pendahuluan Memaafkan merupakan salah satu akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dengan memaafkan, hati menjadi lebih lapang dan kehidupan terasa lebih tenang. Islam mengajarkan bahwa memaafkan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kekuatan iman dan kedewasaan jiwa. Pengertian Memaafkan dalam Islam Memaafkan berarti menghapus rasa dendam, amarah, dan keinginan membalas kesalahan orang lain, serta menggantinya dengan sikap lapang dada dan kasih sayang. Memaafkan dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Orang yang memaafkan akan mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah. Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Memaafkan Allah SWT berfirman: “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22) Allah juga berfirman: “Balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalany...

KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DALAM ISLAM

Pendahuluan Berbakti kepada orang tua ( birrul walidain ) merupakan salah satu kewajiban terbesar dalam Islam setelah beribadah kepada Allah SWT. Islam menempatkan orang tua pada kedudukan yang sangat mulia karena merekalah yang telah merawat, mendidik, dan berkorban tanpa pamrih demi anak-anaknya. Berbakti kepada orang tua adalah jalan menuju ridha Allah dan keberkahan hidup. Pengertian Berbakti kepada Orang Tua Berbakti kepada orang tua berarti berbuat baik, menghormati, menaati perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syariat, serta memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang, baik ketika masih hidup maupun setelah wafat. Berbakti bukan hanya dengan harta, tetapi juga dengan sikap, ucapan, dan doa. Dalil Al-Qur’an tentang Berbakti kepada Orang Tua Allah SWT berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” (QS. Al-Isra: 23) Allah juga berfirman: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ...

KEUTAMAAN MENJAGA LISAN DALAM ISLAM DAN PENGARUHNYA BAGI KEHIDUPAN

Pendahuluan Lisan adalah nikmat besar dari Allah SWT yang bisa menjadi sumber kebaikan maupun keburukan. Banyak manusia tergelincir ke dalam dosa bukan karena perbuatan fisik, tetapi karena ucapan yang tidak terjaga. Oleh sebab itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan dalam setiap keadaan. Menjaga lisan merupakan cerminan iman dan akhlak seorang muslim. Pengertian Menjaga Lisan dalam Islam Menjaga lisan berarti mengontrol ucapan agar hanya berkata yang baik, benar, dan bermanfaat, serta menjauhi perkataan yang mengandung dusta, ghibah, fitnah, dan menyakiti orang lain. Ucapan yang baik dapat menjadi amal saleh, sedangkan ucapan buruk dapat menjadi sebab dosa besar. Dalil Al-Qur’an tentang Menjaga Lisan Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70) Allah juga berfirman: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu sia...

KEUTAMAAN ISTIQAMAH DALAM KETAATAN DAN KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM

Pendahuluan Istiqamah adalah sikap teguh dan konsisten dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Tidak mudah goyah oleh godaan dan tidak berhenti berbuat baik meskipun menghadapi berbagai ujian. Dalam Islam, istiqamah lebih dicintai Allah daripada amal besar yang tidak berkelanjutan. Istiqamah menjadi kunci keselamatan dan keberhasilan dunia serta akhirat. Pengertian Istiqamah dalam Islam Istiqamah berarti tetap berada di jalan yang lurus, konsisten dalam iman, ibadah, dan akhlak, serta tidak menyimpang dari ajaran Islam. Istiqamah mencakup perkataan, perbuatan, dan niat. Orang yang istiqamah akan selalu berusaha memperbaiki diri. Dalil Al-Qur’an tentang Istiqamah Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka istiqamah.” (QS. Fussilat: 30) Allah juga berfirman: “Maka tetaplah engkau (Muhammad) di jalan yang benar sebagaimana diperintahkan.” (QS. Hud: 112) Dalil Hadis tentang Keutamaan Istiqamah Rasulullah ﷺ b...

KEUTAMAAN TAWAKAL KEPADA ALLAH DAN DAMPAKNYA DALAM KEHIDUPAN

Pendahuluan Tawakal adalah sikap berserah diri kepada Allah SWT setelah melakukan usaha yang maksimal. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menggabungkan ikhtiar dan kepercayaan penuh kepada Allah. Dengan tawakal, hati menjadi tenang dan tidak mudah gelisah menghadapi berbagai ujian kehidupan. Islam menjadikan tawakal sebagai tanda keimanan yang kuat. Pengertian Tawakal dalam Islam Tawakal berarti menyandarkan hasil dari segala usaha kepada Allah SWT dengan keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Tawakal dilakukan setelah seseorang berusaha dengan sungguh-sungguh. Orang yang bertawakal akan merasa cukup dengan ketentuan Allah. Dalil Al-Qur’an tentang Tawakal Allah SWT berfirman: “Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. At-Tawbah: 51) Allah juga berfirman: “Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.” (QS. At-Talaq: 3) Dalil Hadis tentang Keutamaan Tawakal Rasulullah ﷺ bersab...