Posts

Bahaya Ghibah yang Sering Diremehkan: Dosa Lisan yang Menggerogoti Amal Tanpa Disadari

Pendahuluan: Dosa yang Terasa Ringan Banyak orang menjaga shalatnya. Banyak yang rajin sedekah. Namun sedikit yang benar-benar menjaga lisannya. Ghibah sering dianggap hal biasa. Dibungkus dengan kalimat: “Aku cuma cerita.” “Ini kan fakta.” “Biar dia sadar.” Padahal dalam Islam, ghibah bukan dosa kecil. Allah menggambarkannya dengan perumpamaan yang sangat keras: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentu kamu merasa jijik.” (QS. Al-Hujurat: 12) Perumpamaan ini bukan sekadar metafora. Ia menunjukkan betapa menjijikkannya ghibah di sisi Allah. Apa Itu Ghibah? Rasulullah ﷺ menjelaskan: “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang ia tidak suka.” (HR. Muslim) Para sahabat bertanya, “Bagaimana jika itu benar ada padanya?” Beliau menj...

Tanda-Tanda Hati yang Mulai Jauh dari Allah dan Cara Mengembalikannya

Pendahuluan: Ketika Ibadah Terasa Hambar Ada masa di mana shalat terasa biasa saja. Al-Qur’an dibaca, tetapi tidak menyentuh hati. Doa diucapkan, namun terasa kosong. Bukan karena kita tidak tahu caranya. Bukan karena kita tidak beriman. Tetapi karena hati perlahan mulai menjauh. Dalam Islam, hati adalah pusat kehidupan ruhani. Jika hati baik, maka seluruh kehidupan akan baik. Jika hati rusak, maka semuanya ikut rusak. Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim) Maka penting bagi kita mengenali tanda-tanda ketika hati mulai melemah. 1️⃣ Ibadah Terasa Berat dan Menunda-Nunda Shalat Salah satu tanda paling jelas adalah rasa berat dalam beribadah. Shalat sering ditunda Tilawah jarang dilakukan Dzikir terasa membosankan Allah berfirman tentang orang munafik: “Dan apabila mereka berdiri untuk shala...

Ketika Doa Belum Terkabul: Ujian Kesabaran atau Cara Allah Menyelamatkan Kita?

Pendahuluan: Doa yang Terasa Sunyi Setiap muslim pasti pernah berada di fase ini: sudah berdoa lama, sudah menangis dalam sujud, sudah memperbaiki diri — tetapi yang diminta belum juga datang. Dalam keadaan seperti itu, muncul pertanyaan yang sering tidak terucap: Apakah Allah mendengar doaku? Padahal Allah sendiri berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir: 60) Lalu mengapa ada doa yang terasa belum dijawab? Apakah ini tanda penolakan? Atau justru bentuk kasih sayang yang tidak kita pahami? Allah Tidak Pernah Mengabaikan Doa Pertama yang harus diyakini: tidak ada satu pun doa yang sia-sia. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa atau memutus silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal: dikabulkan segera, disimpan untuknya di akhirat, atau dihindarkan dari keburukan yang setara dengannya.” (HR. Ahmad) Artinya, doa selalu dijawab. Hanya saja bentuk...

Ikhlas yang Tidak Terlihat: Mengapa Amal Tersembunyi Lebih Berat, Tapi Lebih Berharga di Sisi Allah?

Pendahuluan: Antara Amal dan Pengakuan Di era media sosial, kebaikan sering kali disertai dokumentasi. Sedekah difoto, ibadah diumumkan, bahkan doa pun kadang dijadikan status. Tidak semuanya salah. Namun ada pertanyaan penting yang jarang kita tanyakan pada diri sendiri: Apakah kita beramal karena Allah, atau karena ingin dilihat manusia? Ikhlas adalah amal yang tidak terlihat oleh manusia, tetapi sangat bernilai di sisi Allah. Dan justru karena tidak terlihat itulah, ia menjadi lebih berat untuk dijaga. Apa Itu Ikhlas? Ikhlas berarti memurnikan niat hanya untuk Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian, balasan, atau pengakuan dari manusia. Allah berfirman: “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya…” (QS. Al-Bayyinah: 5) Ayat ini menunjukkan bahwa inti ibadah bukan hanya perbuatan, tetapi niat di baliknya. Tanpa ikhlas, amal bisa kehilangan nilainya. Mengapa Ikhlas Itu Berat? Ikhlas berat karena: Manusia secar...

Mengapa Sabar Itu Terasa Berat, Tapi Justru Menyelamatkan Hidup Seorang Muslim?

Pendahuluan: Kenapa Kita Mudah Mengeluh? Setiap orang pasti pernah merasa hidupnya berat. Masalah ekonomi, tekanan pekerjaan, konflik keluarga, atau ujian kesehatan sering membuat hati terasa sempit. Dalam kondisi seperti itu, sabar sering terdengar seperti nasihat sederhana — tetapi dalam praktiknya, sangat sulit dilakukan. Mengapa sabar terasa berat? Karena sabar menuntut kita menahan ego, mengontrol emosi, dan percaya kepada sesuatu yang belum terlihat hasilnya. Padahal dalam Islam, sabar bukan sekadar bertahan. Sabar adalah kekuatan yang menyelamatkan hidup seorang muslim, baik di dunia maupun di akhirat. Apa Itu Sabar dalam Pandangan Islam? Sabar bukan berarti diam tanpa usaha. Sabar juga bukan berarti menerima keadaan dengan pasif. Sabar dalam Islam memiliki tiga bentuk utama: Sabar dalam ketaatan – tetap menjalankan ibadah meskipun berat. Sabar menjauhi maksiat – menahan diri dari godaan dosa. Sabar menghadapi ujian – menerima takdir dengan hati yang ridha. ...

BAHAYA LISAN DAN CARA MENJAGANYA DALAM ISLAM

Pendahuluan Lisan adalah nikmat besar dari Allah SWT, namun juga dapat menjadi sumber dosa jika tidak dijaga dengan baik. Banyak manusia terjerumus ke dalam kebinasaan bukan karena perbuatan fisik, melainkan akibat ucapan yang keluar dari lisannya. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan karena ucapan mencerminkan keimanan seseorang. Kedudukan Lisan dalam Islam Lisan dapat menjadi jalan menuju surga atau sebaliknya menjerumuskan ke neraka. Dengan lisan seseorang dapat berdzikir, berdoa, dan menyeru kebaikan, namun juga bisa menyakiti, memfitnah, dan menebar kebencian. Oleh karena itu, seorang muslim wajib berhati-hati dalam berbicara. Dalil Al-Qur’an tentang Menjaga Lisan Allah SWT berfirman: “Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaf: 18) Allah juga berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70) Dalil...

KEUTAMAAN MENJAGA SILATURAHMI DALAM ISLAM

Pendahuluan Silaturahmi merupakan ajaran Islam yang sangat mulia dan memiliki dampak besar dalam kehidupan sosial seorang muslim. Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama manusia adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta cerminan akhlak yang luhur. Islam menjanjikan pahala besar bagi orang yang menjaga silaturahmi dan memberikan peringatan keras bagi yang memutuskannya. Pengertian Silaturahmi Silaturahmi berasal dari kata shilah (menyambung) dan rahim (kerabat). Silaturahmi berarti menjaga hubungan kasih sayang, kebaikan, dan komunikasi dengan keluarga serta sesama muslim, baik melalui ucapan, perbuatan, maupun perhatian. Silaturahmi tidak terbatas pada hubungan darah, tetapi juga mencakup hubungan sosial yang baik. Dalil Al-Qur’an tentang Silaturahmi Allah SWT berfirman: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi.” (QS. An-Nisa: 1) Allah juga berfirman: “Orang-orang yang menghubung...